Ketahui Kandungan Tolak Angin dan Fungsinya

Percayakan kesehatan kamu dengan mengonsumsi Tolak Angin cair. Tidak usah ragu karena Tolak Angin aman untuk dikonsumsi .

Selengkapnya

Tolak Angin pertama kali dibuat pada tahun 1930 oleh pendiri PT. Sido Muncul, Ibu Rachmat Sulistyo dan mulai diproduksi dalam jumlah skala pabrik mulai tahun 1951. Tolak Angin yang dibuat dari berbagai jenis tumbuh-tumbuhan berkhasiat serta dibudidayakan dengan kontrol kualitas yang ketat. Diproses dengan cara produksi yang baik dan benar serta melewati tahapan pengujian ilmiah. Tolak Angin adalah produk yang distandarisasi sehingga aman untuk dikonsumsi.

Tolak Angin hanya menggunakan ekstrak zat aktif pada tanaman obat dengan tidak menyertakan kandungan pati (starch) yang tidak bermanfaat. Karena itulah produk Tolak Angin tidak keruh. Penasaran, apa saja komposisi dari Tolak Angin Cair sehingga dapat memiliki banyak manfaat baik untuk kesehatan tubuh?

Berikut komposisi Tolak Angin yang perlu kamu ketahui:

Didalam setiap 15 ml Tolak Angin Cair mengandung 5.67 gram ekstrak bahan seperti berikut:

– Foeniculi Fructus (Adas) berjumlah sekitar 10%

– Isorae Fructus (Kayu Ules) berjumlah sekitar 10%

– Caryophylli Folium (Daun Cengkeh) berjumlah sekitar 10%

– Zingiberis Rhizoma (Jahe) berjumlah sekitar 10%

– Mentha arvensis Herba (Daun Mint) berjumlah sekitar 10 %

– Mel depuratum (Madu) dan bahan-bahan lainnya hingga 18.9 gram

Dengan banyaknya komposisi bahan yang baik sehingga menghasilkan Tolak Angin Cair yang memiliki manfaat untuk mengatasi gejala masuk angin seperti, mual, kembung, lemas, badan meriang, pusing, demam, tenggorokan kering, badan terasa dingin, dan mata berair. Tolak Angin Cair baik diminum saat sakit perut karena pengaruh makanan yang tidak cocok dan saat mabuk perjalanan, maupun kurang tidur. Bahan-bahan yang digunakan oleh Tolak Angin Cair memiliki manfaat seperti berikut:

– Oryza Sativa (Beras) berguna sebagai absorben untuk menyerap zat-zat beracun atau zat lain yang menyebabkan diare

– Foeniculi Fructus (Buah Adas) dapat meningkatkan transport mukosilier yang efektif untuk mengatasi batuk produktif akibat masuk angin

– Isorae Fructus (Kayu Ules) berkhasiat mengurangi rasa nyeri (analgetik)

– Caryophylli Folium (Daun Cengkeh) dapat menghilangkan rasa mual, muntah, dapat mencegah kerusakan hati akut akibat bahan beracun tertentu (CCl4), juga sebagai penambah tenaga

– Zingiberis Rhizoma (Jahe) dapat mempertinggi gastrointestinal mobility, memperbaiki pencernaan, menguatkan lambung dan anti rhinovirus (salah satu virus penyebab influenza), memperlancar peredaran darah

– Daun Mint sebagai tonik dan simultan

– Madu sebagai nutrisi yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh

Adapun cara yang digunakan untuk mengatasi gejala masuk angin adalah dengan istirahat yang cukup, lakukan aktivitas relaksasi serta minum Tolak Angin.

Untuk kamu yang bingung cara meminumnya, berikut aturan minum yang baik untuk Tolak Angin Cair yaitu:

Untuk meningkatkan daya tahan tubuh sebaiknya minum 2 saset setiap hari, selama 7 hari dan dapat diulang sesuai kebutuhan. Bagi penderita masuk angin, sakit perut atau diare minumlah  3 – 4 saset per hari. Saat sedang mabuk perjalanan, minum 1 saset sebelum melakukan perjalanan, atau 1 – 3 saset pada waktu mabuk perjalanan.

Tolak angin yang diproduksi oleh pabrik Standar GMP (Good Manufacturing Practice), telah melalui uji toksisitas subkronik dan uji khasiat yang terbukti memelihara / menjaga daya tahan tubuh. Uji Toksisitas Subkronik, menyebutkan bahwa Tolak Angin Cair dapat diminum dapat diminum dalam jangka panjang sesuai dosis yang dianjurkan.

Itu dia komposisi Tolak Angin Cair serta manfaatnya. Jangan lupa selalu sediakan Tolak Angin Cair untuk mencegah gejala masuk angin.